WARGA TOLAK PABRIK CPO DEKAT PEMUKIMAN

Bengkulu,Mukomuko, 10/10 (ANTARA) - Warga Desa Lubuk Bento Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko menolak rencana PT Dayra Darma Putra (DDP) membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) dekat pemukiman mereka.
"Jaraknya hanya 200 meter dari desa, bisa dibayangkan dampaknya bagi masyarakat, khususnya polusi udara dan suara serta limbah,"kata Asra, warga Lubuk Bento, Sabtu.
Masyarakat menolak keberadaan pabrik jika dibangun di lokasi yang direncanakan oleh perusahaan tersebut karena akan berdampak buruk bagi masyarakat, katanya.
Asro mengatakan meski masyarakat membutuhkan keberadaan pabrik CPO sehingga harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit bisa meningkat namun pihaknya menolak jika posisi pabrik tersebut sangat dekat dengan pemukiman.
"Bisa dikatakan posisi yang direncanakan sekarang itu ada di dalam desa, karena memang rumah antar penduduk tidak terlalu rapat dan lokasi pendirian pabrik itu berada di tengah-tengah," jelasnya.
Penolakan masyarakat tersebut kata Asra yang juga mantan Sekretaris Desa Lubuk Bento, akan disampaikan kepada Bupati Mukomuko Ichwan Yunus.
Dasar penolakan kata dia, dampak negatif keberadaan pabrik terhadap penduduk akan lebih tinggi khususnya limbah yang mencemari lingkungan pemukiman.
Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bengkulu, Musiardanis, kebutuhan pabrik CPO masih tinggi di Bengkulu.
"Berdasarkan kajian Bappeda, kita masih membutuhkan 18 pabrik CPO baru untuk menampung 1,8 juta ton kelebihan produksi TBS per tahun,"katanya.
Namun kata dia, prioritas pembangunan diarahkan ke arah Selatan Bengkulu khususnya di Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.
Terkait penolakan masyarakat terhadap keberadaan pabrik CPO dekat pemukiman masyarakat kata dia akan ada kajian mendalam.
"Letak pabrik tidak bisa sembarangan, nanti akan ada analisis dampak lingkungannya dan ada persyaratan pendirian pabrik CPO yang harus dipenuhi, apalagi di bagian Utara sebenarnya jumlah pabrik sudah memadai, kita membutuhkan investasi di bagian Selatan," katanya.
Musiardanis mengatakan ada lima kabupaten menjadi sentra perkebunan kelapa sawit di Bengkulu yakni Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur.
Saat ini terdapat sembilan pabrik pengolah sawit menjadi CPO yang menerima TBS petani yakni PT Darya Darma Putra (DDP), PT BMK, PT Sentosa Jaya Abadi, PT Mukomuko Indah Lestari, PT Alno Agro Utama, PT Agricinal, PT Bio Nusantara Tehnologi, PT PN VII/UBS Bengkulu, PT Agra Sawitindo, dan PT Sandabi Indah Lestari.
"Sembilan pabrik ini semuanya berada di Bengkulu Utara dan Mukomuko belum ada satupun di wilayah Selatan," katanya.


*antara-bengkulu.blogspot.com

comment 0 komentar:

Posting Komentar

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Desa Ku Tercinta is proudly powered by Blogger